Pengertian Haji Pada Ilmu Thariqat

38

Bermula haji itu ada 3 (tiga) Perkara :
1. Haji Thariqat;
2. Haji Hakikat;
3. Haji Syari’at.

Naik haji itu adalah naiknya orang yang salik kepada Maqam Ruh, dan diperbuat segala rukunnya dan sebagian rukunnya, rukun haji Thariqat adalah bekal, bekalnya adalah takut kepada Allah Swt pada zahir dan bathin, sebagian rukunnya lagi adalah kapal, kapalnya adalah hemah yang kuat pada jalan Thariqat selama umurnya, sebagian lagi rukunnya adalah mualim, artinya guru yang mursyid yang menunjukkan kepadamu jalan Thariqat.

Sebagian daripada senjata, senjata haji Haji thariqat adalah zikir kepada Allah Swt untuk menakuti segala musuhmu, hak manusia, hawa nafsu syetan dan dunia, sebagian kawanmu orang yang sama – sama mengerjakan amalan Thariqat, inilah yang dapat bagimu pertolongan dengan dia sebagai perbuatan yang baik dan banyak lagi rukun – rukun yang lain tanyakan pada ahlinya.

Bermula Haji Hakikat itu adalah naiknya orang yang Salik kepada martabat Wahdah sehingga dia sampai kepada hak Allah Swt

dengan penuh segala yang mewujud di dalamnya. Rukunnya Haji Hakikat ini adalah bekal, yang mana bekalnya adalah Muhibbah dan Tamkin, yang kuat dan sebagian rukunnya lagi kendaraan.

Kendaraan haji hakikat ini adalah Markobah Ahdiyah “dengan kurnia Allah Swt memandang dengan tulus Zat Allah Swt, sedangkan pengertian” dari Mukasyafah pada haji ini adalah hak yang langsung dengan jasmani ke negeri Mekah tersebut.

Senjata muslimin dalam melaksanakan haji ini terlebih dahulu hendaklah di pahami Haji Hakikat sebelum pergi melaksanakan Haji Syari’at, pelajari dulu hatimu agar senantiasa dan terbiasa memandang zat Allah Swt dalam kehidupan sehari – hari dan baru dapatlah dilaksanakan Tajalli nya sifat Allah Swt kelak.

Dengan ini maka dapatlah engkau sekalian merasakan hikmah daripada haji, terlebih dapat disamakan dengan Haji Syari’at di Mekah, sebab sebelum dapat merasakan ini, dikhawatirkan hatimu akan tergelincir dan beku sewaktu melaksanakan haji tersebut.

Pengertian Haji Thariqat adalah jalan usaha untuk mendapatkan kenikmatan daripada haji hakikat, sebab haji hakikat adalah perjalanan ruh ke tanah suci dari tempat kediaman kita, sementara haji syari’at adalah perjalanan ibadah haji zahir ketanah suci, singkatnya adalah Haji Hakikat itu adalah Ruh dan Ruh, dan Haji Syari’at adalah Jasad dan Jasad, maka itu akan melahirkan Ruh, jikalau ruh kita tiada bangun untuk apa mengerjakan ibadah haji ketanah suci?

Haji Thariqat, Haji Hakikat dan Haji Syari’at itu menurut Ilmu Thariqat wajib adanya, jika tidak dikerjakan secara bersamaan, maka tergolong kepada ibadah yang kurang baik.

AKAL (AQLI) :
Akal itu ada 3 (tiga) perkara :
1. Memaafkan kesalahan orang lain;
2. Merendahkan diri dari orang yang rendah martabatnya;
3. Meminta maaf dahulu baru berbicara, supaya kamu terhindar dari bebal.

Kepala bebal itu ada pula 3 (tiga) perkara :
1. Membesarkan diri sendiri;
2. Banyak bicara yang tidak memberi manfaat;
3. Mengatur orang yang tidak urusan kita.

Perhiasan kita ada 3 (tiga) perkara :
1. Berilmu dan tidak lemah menegakkan hukum;
2. Memberikan hartanya dan tidak meyebut – nyebut akan hal itu;
3. Dalam berusaha dunia dan beramal ibadah, tidak melebihkan urusan dunianya daripada urusan akhirat.

Orang yang berakal itu tidak akan berburuk sangka kepada sesama kaumnya, dan orang yang begini akan dipelihara oleh Allah Swt dari perbuatan buruk sangka dari kaumnya.

Ingatlah hai saudara – saudaraku, bila kamu shalat, maka peliharalah hati dari yang selain Allah Swt, jika kamu ditengah khalayak ramai peliharalah lidahmu, karena tergelincir lidah jauh lebih berbahaya daripada tergelincir kaki, kalau kamu berada dirumah orang lain, maka peliharalah matamu, dan apabila kamu menghadapi hidangan, maka perbaikilah sikapmu dengan sopan santun.

Ingatlah olehmu akan 2 (dua) perkara :
1. Tuamu dijaga, maka engkau akan dituakan,

2. Bersikaplah mati terhadap dunia, maka dunia akan datang kepadamu dengan sekedarnya, maka hal ini akan lebih membuat kamu dapat mengerjakan ibadah dengan seluas – luasnya.

Hai saudaraku, junjunglah selalu akan semboyan ini…
A = ANGGAPLAH KERJA ITU IBADAH
M = MELAKSANAKAN TUGAS KARENA ALLAH SWT
A = ANDA AKAN DI NILAI DUNIA DAN AKHIRAT
N = NAIKKAN MUTU KERJA DAN IBADAH
A = ARAHAN PIMPINAN TAATI DAN PATUHI
H = HASIL YANG SESUNGGUHNYA AKAN DITERIMA DI AKHIRAT KELAK

Sumber : https://wadahsufiyah.blogspot.com/2010/12/bermula-haji-itu-ada-3-tiga-perkara-1.html#more

Promot Content

You might also like
close