Ingin Tahu Iman Naik Atau Turun, Silahkan Cek Bagaimana Kadar Rasa Malu

2

Islami.Net – Rasa malu dalam syariat Islam menjadi sebuah wujud dari keimanan.Bila rasa malu sudah hilang maka kadar iman merosot.

Setiap manusia yang memiliki ketaqwaan terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala (SWT), memiliki rasa malu akan perbuatan yang dilarang oleh-Nya. Perbuatan tersebut menjadi sebuah akhlak yang mulia bagi Sang Pencipta.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) pernah bertemu seorang dari Ansar yang sedang menasihati saudaranya yang pemalu. Mendengar itu, Rasulullah SAW bersabda, “Biarkan dia demikian, karena rasa malu itu bagian dari iman.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga bersabda, “Rasa malu tidak pernah mendatangkan kecuali kebaikan.” (H.R. Bukhari-Muslim).

Menutupi diri dari perkara yang dilarang oleh Allah SWT dengan rasa malu, akan mendatangkan banyak kebaikan untuk hamba-Nya. Sesungguhnya Allah SWT mencintai sikap amanah hamba-Nya untuk terus menjaga diri.

Firman Allah SWT dalam QS. Fushshilat ayat 40 yang berbunyi ”Perbuatlah apa yang kamu kehendaki, sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Malu menjadi bagian dari Iman. Keimanan dan rasa malu menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ditegaskan oleh Ustadz Abu Haidar As-Sundawy : “Rasa malu termasuk salah satu dari cabang keimanan. Kalau iman tidak ada, tidak akan ada rasa malu,” ujarnya pada Channel Youtube Yufid TV pada Kamis (17/12/2020).

Syariat Islam menganjurkan untuk terus meningkatkan keimanan dengan perbuatan yang diperintahkan kepada umatnya. Salah satunya dengan menanamkan sifat malu untuk menjauhkan dari sesuatu yang dapat membawa ke jalan yang salah.

Promot Content

You might also like
close