Gus Sahal Sindir Ustadz Abdul Somad (UAS) dan HRS Menistakan Agama

64

Islami.Net – Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal atau Gus Sahal menyebut Ustadz Abdul Somad (UAS) dan HRS telah menistakan keyakinan agama lain.

Pasalnya, menurut Gus Sahal keduanya melontarkan pernyataan yang mengusik atau merendahkan umat Kristiani.

Gus Sahal mengungkit soal perayaan Natal yang kerap kali diganggu oleh kelompok Islam intoleran, padahal Nabi Muhammad Saw sendiri adalah sosok penuh toleransi yang kata dia dulu sempat membolehkan umat Kristen Najran beribadah Kebaktian di Masjid Nabawi.

“Belakangan ini ada golongan Islam yang curiga berlebihan terhadap Kristen, alergi terhadap salib, terganggu misa, pendirian gereja sulit izin, padahal kalau dipelajari Nabi Muhammad Saw bersikap, kita justru mendapat teladan toleransi tinggi,” ungkap Gus Sahal seperti dikutip Suara.com dari tayangan YouTube Cokro TV, Jumat (25/12/2020).

Kemudian Gus Sahal menyinggung sosok HRS dan Ustadz Abdul Somad yang menurut dia bertentangan dengan Nabi Muhammad Saw.

Bahkan Gus Sahal mengatakan, Habib Rizieq Shihab dan Ustadz Abdul Somad (UAS) melanggar ajaran Al-Quran yang jelas-jelas melarang seorang Muslim mencela agama lain.

“Gak seperti HRS yang bilang ‘Yesus bidannya siapa’ karena sikap semacam itu menistakan agama lain. Nabi Saw juga gak seperti UAS (Ustadz Abdul Somad) yang bilang ‘Ada jin kafir di salib’ karena itu jg menistakan,” ujar Gus Sahal.

Kendati begitu, Gus Sahal menerangkan bahwa toleransi sebagaimana dimaksud Nabi Muhammad Saw bukan berarti mengikuti dan mengimani kepercayaan agama lain. Hanya saja, membiarkan mereka meyakini dan beribadah sesuai iman sendiri.

Lebih lanjut, Nabi Muhammad Saw pun mengajarkan Umat Islam untuk tidak parno dan curiga berlebihan dengan orang-orang agama lain.

“Nabi Muhammad Saw mengajarkan umat Islam gak parno dan curiga overdosis dengan rumah ibadah agama lain. Ini penting karena belakagan sejumlah musim terganggu kalau ada komunitas orang lain ibadah di lingkungan mereka,” tandas Gus Sahal.

“Umat Muslim harus meyakini agamanya (Islam) benar. Tapi harus meyakini hak orang lain. Lakum diinukum wa liyadiin,” pungkasnya menutup.

Bolehkah Umat Islam Mengucapkan Selamat Natal?

Setiap tahun, pengucapan selamat Natal dari umat muslim untuk umat nasrani selalu menuai perdebatan. Ada yang menilai haram mengucapkan selamat natal, namun ada pula yang tidak mempersoalkan hal tersebut.

Cendekiawan Quraish Shihab pernah mengulas persoalan ucapan selamat natal ini di laman quraishshihab.com tepat di hari natal 2014 silam.

Perdebatan semacam ini ternyata hanya terjadi di kawasan Asia Tenggara khususnya di Indonesia. Sedangkan di kalangan ulama asal Timur Tengah, tradisi saling mengucapkan selamat dan saling mengunjungi nyatanya dilakukan juga oleh pimpinan Al-Azhar Mesir.

“Apakah mereka salah dan sesat? Saya menduga keras bahwa ulama-ulama itu jauh lebih mengerti agama dan lebih bijaksana daripada mereka yang mengharamkan ucapan Selamat Natal, apalagi menyesatkan siapa yang membolehkan mengucapkan Selamat Natal itu. Semoga hidayah Allah tercurah kepada kita semua,” tulis Quraish Shihab dikutip Suara.com, Selasa (15/12/2020).

Dalam kumpulan “Fatwa Mustafa az-Zarqa” yang dihimpun oleh Majed Ahmad Makky dan diantar oleh ulama besar Mesir Yusuf al-Qardhawy, ulama kenamaan Suriah, Mustafa az-Zarqa’ berpendapat bahwa ucapan Selamat Natal dari seorang muslim kepada saudaranya yang Nasrani adalah perbuatan budi pekerti yang baik.

Pendapat tersebut merupakan jawaban az-Zarqa’ atas pertanyaan dari Anas Muhammad ash-Shabbagh yang bermukim di Arab Saudi. (suara.com)

Promot Content

You might also like
close